Penerbangan Dibatalkan Akibat Badai Whipa di Hong Kong

Penerbangan Dibatalkan Akibat Badai Whipa di Hong Kong

Ratusan penumpang terlantar di Bandara Internasional Hong Kong setelah badai Whipa menghantam kota tersebut pada hari Minggu, 20 Juli 2025

Jakarta – Ratusan penumpang terlantar di Bandara Internasional Hong Kong setelah badai Whipa menghantam kota tersebut pada hari Minggu, 20 Juli 2025. Badai Whipa telah menyebabkan gangguan, kerusakan, dan puluhan korban luka di seluruh kota tersebut.

Warga setempat sudah diingatkan sebelumnya, bahwa Badai Whipa termask badai Nomor 10. Kategori yang digunakan oleh pejabat setempat untuk mengklasifikasikan badai yang menghancurkan wilayah tersebut setiap tahun. Sedangkan nomor 10 menandakan badai tersebut termasuk tingkatan yang paling tinggi.

Hembusan angin berkecepatan hingga 240 kilometer per jam terjadi di beberapa wilayah kota saat badai itu menerjang  Dalam sebuah rekaman video yang beredar terlihat penduduk setempat tertiup angin. Badai juga merobohkan pepohonan dan perancah bangunan beterbangan.

Pembatalan penerbangan

Bandara internasional Hong Kong termasuk salah satu bandara tersibuk untuk layanan kargo dan penumpang sempat. Akibat badai Whipa sebanyak 500 penabangan dibatalkan selama akhir pekan. Pelancong pun terjebak di dalam bandara. Mereka tidur dalam antrean yang mengular di sekitar pusat perjalanan internasional yang sangat sibuk itu, dikutip dari Express UK.

Setelah stasus badai tersebut diturunkan menjadi siklon tropis nomor 3 pada Minggu malam, Bandara Hong Kong semakin ramai. Banyak wisatawan dan  penduduk lokal berusaha mengejar penerbangan yang terlewat. Ribuan orang pun berharap penerbangan mereka dijadwalkan, sehingga landasan pacu terpaksa dibuka sepanjang malam. Diperkirakan layanan semakin banyak yang beroperasi hingga Senin 21 Juli 2025 untuk memfasilitasi pelancong yang ingin pulang ke daerah asal.

Ami, salah satu wisatawan dari Indonesia seharusnya naik penerbangan ke Bali pada Minggu 20 Juli 2025 pagi. Karena penerbangannya itu dibatalkan dia menghabiskan waktu 30 jam di bandara untuk mengamankan penerbangan berikutnya ke Bali pada hari Senin.

Amy sampai di bandara pada Sabtu 19 Juli 2025 pukul 18.00. Saat itu sebagian besar penerbangan dibatalkan karena badai. Setelah memesan penerbangan ulang untuk Senin pagi dia terpaksa menghabiskan malam kedua tidur di bandara.  “Saya harus tidur di sini… tidak ada pilihan lain,” katanya, kepada South China Morning Post

Amy bukan satu-satunya yang terlantar sejak Sabtu malam. Rekaman dari bandara menunjukkan penumpang tidur di atas bagasi dan kursi sejak Sabtu malam, sebelum Badai Wipha melanda. Banyak yang telah diimbau untuk datang ke pusat perjalanan karena transportasi umum akan dibatalkan pada hari Minggu akibat badai.

Dampak badai

Observatorium Hong Kong, badan yang mengklasifikasikan badai di wilayah tersebut, mengatakan bahwa Wipha telah mencapai kecepatan angin dan curah hujan yang serupa dengan topan-topan yang lebih merusak dan mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk Topan Saola tahun 2023, yang melukai lebih dari 80 orang dan menyebabkan tanah longsor besar.

Namun, dampak Wipha terbukti tidak terlalu parah, meskipun melukai setidaknya 26 orang dan menumbangkan ratusan pohon di seluruh kota, serta meruntuhkan proyek-proyek perancah besar.

Insiden kapal terbalik

Dikutip dari Euronews, sebuah kapal wisata terbalik Teluk Ha Long Vietnam pada Sabtu 19 Juli 2025. Sebanyak 38 orang meninggal dan 11 orang selamat. Insiden itu setelah badan Whipa yang menerjang Laut Cina Selatan membawa angin kencang, hujan lebat dan petir ke wilayah tersebut.

Kapal wisata The Wonder Sea itu membawa 48 penumpang dan lima awak, semuanya warga negara Vietnam. Mereka sedang bertamasya di Teluk Ha Long, salah satu tujuan wisata paling populer di negara itu

 

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *