Hujan deras yang melanda Cina baguan utara menyebabkan dua orang tewas, dua hilang, dan puluhan ribu warga di Hebei dan Mongolia Dalam terpaksa mengungsi akibat banjir.
Jakarta – Hujan deras yang melanda Cina bagian utara sejak pertengahan pekan ini menewaskan dua orang dan menyebabkan dua lainnya hilang, menurut otoritas setempat pada Sabtu, 26 Juli 2025. Wilayah yang terdampak paling parah adalah Provinsi Hebei dan Daerah Otonom Mongolia Dalam.
Dilansir dari Xinhua, di Kabupaten Fuping, Kota Baoding, Hebei, hujan deras sejak Jumat menyebabkan korban jiwa. “Dua orang tewas dan dua lainnya masih dinyatakan hilang,” kata markas pengendalian banjir dan kekeringan kabupaten tersebut. Lebih dari 46.200 warga terdampak, dan lebih dari 4.600 orang telah dievakuasi. Curah hujan ekstrem ini juga menyebabkan kerugian ekonomi langsung sebesar 203,5 juta yuan atau sekitar Rp 462,8 miliar.
Hujan lebat terus terjadi di wilayah Mongolia Dalam sejak Rabu dan menyebabkan banjir di berbagai daerah. Di wilayah Xilingol League serta kota Ordos dan Ulanqab, lebih dari 22.000 orang telah dipindahkan ke tempat aman.
Pemerintah setempat telah mengerahkan lebih dari 14.000 unit alat berat, 737 perangkat drainase, dan 8.287 set perlengkapan penyelamatan. Pemerintah juga telah mendistribusikan 34.000 unit bantuan logistik ke daerah terdampak. Untuk merespons kondisi ini, otoritas Mongolia Dalam menetapkan peringatan Level-IV untuk banjir dan potensi bencana geologi, serta Level-III untuk badai hujan.
Otoritas meteorologi Mongolia Dalam mencatat curah hujan di 1.854 stasiun pemantauan yang tersebar di 12 wilayah setingkat prefektur dan 92 kabupaten. Hujan paling deras terjadi di Xilingol League serta kota Ulanqab, Hohhot, dan Tongliao.
Ancaman Topan Francisco dan Co-may
Sementara itu, badai tropis juga mulai mendekati pesisir selatan Cina. Menurut laporan China Daily, Pusat Meteorologi Nasional Cina mengeluarkan peringatan biru untuk topan, peringkat terendah dalam sistem peringatan empat tingkat dan peringatan kuning untuk badai hujan, peringkat kedua dari bawah, pada Kamis pukul 6 pagi.
Topan Francisco, topan ketujuh tahun ini, berada sekitar 830 kilometer di tenggara perbatasan provinsi Zhejiang dan Fujian pada Kamis pagi. Badai ini diperkirakan akan melemah saat bergerak ke arah barat laut, memasuki Laut Cina Timur bagian selatan pada Kamis malam dan mendekati pesisir Zhejiang dan Fujian.
Topan Co-may, topan kedelapan tahun ini, terpantau berada sekitar 370 kilometer barat laut Manila, Filipina. Angin kencang dari dua topan ini diperkirakan akan memengaruhi wilayah Laut Cina Timur, Selat Taiwan, Laut Cina Selatan, serta pesisir Zhejiang dan Fujian.
Di ibu kota Beijing, peringatan hujan badai kuning juga telah dikeluarkan. Menurut layanan meteorologi kota, sejak Kamis pukul 5 sore hingga Jumat pukul 8 pagi, wilayah perbukitan menghadapi risiko banjir bandang, tanah longsor, dan guguran batu, sementara wilayah dataran rendah berisiko mengalami genangan air.

